Properti Syariah, Sebagai Masalah atau Sebagai Solusi ?

Akhir tahun 2019 benar-benar menjadi ujian bagi indsutri properti syariah. Hampir seluruh media televisi secara masif menayangkan pemberitaan yang negatif tentang mangkraknya beberapa proyek perumahan yang digarap oleh beberapa developer yang mengatasnamakan syariah. Banyak pihak akhirnya muncul memberikan opininya, para pakar pun ikut berperan membentuk opini dan akhirnya masyarakat ikut beropini mengikuti apa yang mereka lihat di layar kaca. Sehingga muncul pro kontra terhadap keberadaan properti syariah.

Properti Syariah Sebagai Solusi

Properti syariah hadir dengan membawa sistem kredit perumahan tanpa unsur-unsur yang mengandung riba yang selama ini diterapkan oleh perbankan. Pada sistem kredit syariah tidak ada penerapan denda, penalti, bunga, bahkan sita. Semua unsur ini masih tidak bisa dihapuskan dari sistem kredit perumahan melalui bank. Sehingga sistem kredit perumahan secara syariah dilakukan tanpa melibatkan bank, artinya pembayaran kredit hanya antara pembeli dengan developer. Karena tidak menggunakan bank maka ada poin plus lagi pada sistem kredit syariah yaitu tidak adanya verifikasi Bank Indonesia atau biasa dikenal dengan BI cheking. Hal ini tentunya sangat memudahkan calon pembeli.

Itulah yang membuat property syariah banyak peminatnya. Sebagian besar dari mereka adalah yang bekerja disektor informal. mereka sebenarnya mampu untuk mengangsur pembelian rumah. Hanya karena jenis pekerjaan mereka yang dianggap tidak bankable seperti pedagang, pengusaha kecil UKM,  driver ojek online, bahkan kaum muda yang baru bekerja. Mereka selalu terhambat untuk mengambil kredit perumahan melalui bank. Keberadaan properti syariah justru memberikan alternatif solusi bagi sebagian besar masyarakat tersebut yang mengidamkan memiliki hunian.

Permasalahan Properti Syariah

Di satu sisi, meningkatnya peminat  properti syariah menjadikan peluang bisnis bagi sebagian orang untuk menjadi developer baru. Semakin banyak developer syariah baru  bermunculan bermaksud mengambil peluang keuntungan besar di indsutri perumahan syariah.  Akan tetapi banyak developer syariah baru yang ternyata tidak dapat menjalankan proyeknya dengan baik sesuai yang mereka janjikan kepada customer.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan beberapa proyek properti syariah terhambat. Beberapa diantaranya adalah kemampuan developer dalam hal merencanakan keuangan atau cash flow. Banyak developer baru yang terlalu nekad sudah ambil resiko berani mengurus proyek berskala besar. Mereka belum terbiasa mengelola uang cash dalam jumlah milyaran. Sebagai developer harus memiliki kecakapan yang teruji di bidang finansial dan peraturan hukum di proyek perumahan berskala besar. Molornya serah terima unit, kualitas bangunan yang buruk yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan bahkan sampai mangkraknya sebuah proyek menunjukkan hal tersebut. Karena memang proyek properti syariah tanpa bank sebagian besar modalnya tergantung dari kelancaran hasil penjualan dan pembayaran angsuran buyer.

Masalah perizinan juga menjadi faktor penting keberhasilan proyek properti syariah. Semakin besar proyek, maka perizinan akan semakin ketat. Tanah petani yang dijual ke developer, umumnya hanya tanah girik, yang hanya memiliki bukti pajak bumi dan bangunan, bukan bukti kepemilikan. Ada juga tanah yang masih seperti tanah negara atau tanah ulayat, harus ada mekanisme izin tertentu untuk dimiliki oleh pribadi atau developer. Izin diberikan setelah pihak otoritas (Pemda & DPRD) sepakat mengubah status dan peruntukan lahan di Rencana Detil Tata Ruang. Proses membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa berjalan bertahun-tahun.

Jika sudah terlanjur dibangun, lalu ternyata izin tidak keluar, maka ini akan menjadi masalah yang susah dicari obatnya, karena mau tidak mau pemilik proyek tidak akan bisa melanjutkan proyeknya. Jika pun proyeknya masih ingin tetap dilanjutkan, maka kebanyakan ada beberapa pihak yang melakukan jalan pintas. Tentunya jalan pintas yang diambil membutuhkan modal sangat besar jumlahnya dan sudah tentu akan mengganggu kondisi cash flow. Dilain pihak status proyek perumahan berlabel syariah masih menjadi hal yang baru bagi sebagian instansi dan biasanya developer yang tidak punya relasi kuat tidak mudah mengurus perizinan. Kondisi inilah yang akhirnya menjadikan industri properti syariah sulit berkembang dan tidak dapat maju dengan cepat sebagai solusi bagi masyarakat.

Di tengah maraknya berita yang negatif terkait properti syariah, masyarakat perlu mengetahui juga bahwa kasus yang diungkap di media televisi harusnya mendapatkan pemberitaan yang berimbang. Karena konsep properti syariah sebenarnya telah memberikan banyak solusi. Sekitar pertengahan tahun 2018 konsep properti syariah berhasil menyelamatkan puluhan proyek properti yang mangkrak yang kemudian akhirnya menjadi laku setelah dikonversi ke syariah (Tribun Jateng.com, 20 Agustus 2018). Mangkraknya proyek tersebut disebabkan developer konvensional yang kehabisan modal. Salah satu sebabnya adalah bank yang menolak calon pembeli yang tidak bankable sehingga menyebabkan produk developer tersebut tidak laku.

Properti Syariah Perlu Sinergitas Semua Pihak

Secara obyektif konsep properti syariah memiliki banyak point lebih dengan tidak diperlakukannya denda, penalti, bunga, sita dan tanpa BI cheking. Tentunya ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin membeli rumah baru tanpa harus melalui persyaratan yang berbelit-belit ketika menggunakan kredit bank. Hanya saja dimana ada peluang bisnis yang menjadi daya tarik pasar maka disitu pula para mafia atau oknum ikut bermunculan. Maka dari itu yang harus diperhatikan bagi masyarakat ketika akan membeli rumah dari developer syariah maupun konvensional adalah memastikan dua hal penting. Yang pertama adalah kepemilikan lahan dan peruntukannya harus untuk hunian. Yang kedua adalah perizinan yang telah dimiliki developer dan kompetensi developer dalam menjalankan bisnis properti.

Tentunya keberhasilan industri properti syariah harus didukung oleh semua komponen yang terlibat di dalamnya. Bukan hanya dari developernya saja, akan tetapi juga komitmen customer untuk membayar angsurannya dengan tertib dan lancar. Semua komponen yang menjadi bagian di industri properti syariah ini harus sinergi dan terintegrasi dengan baik secara kualitas dan professional, karena sejatinya banyak kelebihan dan kemudahan yang ditawarkan properti syariah. Sehingga keberadaan properti syariah akan menjadi solusi terbaik bagi semua tingkatan masyarakat untuk memiliki rumah. Bukan malah menjadi masalah bahkan menjadi mimpi buruk bagi masyarakat.

Banyu Mili Property sebagai agensi properti syariah yang mengedapankan keamanan semua pihak. Selalu mengkonfirmasi ke pihak developer tentang legalitas sebuah proyek. Kami memastikan bahwa semua proyek yang ada di listing kami tidak bermasalah.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *