Tips Menjadi Marketing Properti di Era Digital

Intro

قدِمَ عبدُ الرحمَنِ بنُ عَوفٍ المدينَةَ، فآخَى النبي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بينَهُ وبينَ سعدِ بنِ الرَّبيعِ الأنْصاريِّ فعرَضَ عليهِ أنْ يُناصِفَهُ أهلَهُ ومالَهُ، فقال: عبدُ الرحمَنِ بارَكَ اللَّهُ لك في أهلِكَ ومالكَ دُلَّني علَى السُّوقِ، فرَبِحَ شَيئًا من أَقِطٍ وسَمْنٍ

“Abdurraman bin Auf ketika datang di Madinah, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al Anshari. Lalu Sa’ad menawarkan kepada Abdurrahmah wanita untuk dinikahi dan juga harta. Namun Abdurrahman berkata: ‘semoga Allah memberkahi keluargamu dan hartamu, tapi cukup tunjukkan kepadaku dimana letak pasar’. Lalu di sana ia mendapatkan untung berupa aqith dan minyak samin” (HR Al Bukhari 3937).

Sebagaimana sudah banyak kita ketahui, kisah tentang kehebatan Abdurrahman bin Auf dalam berdagang. Dari hadits tersebut di atas, kita bisa melihat bahwa Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu tidak membutuhkan harta sebagai modal. Beliau hanya cukup ditunjukkan dimana letak pasar.

Selanjutnya salah satu strategi Nabi untuk melawan perekonomian Yahudi adalah membuat Pasar, dan beliau menyerahkan urusan tersebut pada Abdurrahman. Keberadaan pasar ini penting dalam mengalahkan konsep Ribawi. Dalam Al-Qur’an disebutkan caranya adalah dengan jual beli dan shadaqah.

Letak pasar

Pada artikel “Tips Menjadi Marketing Properti di Era Digital” kami tidak hanya akan menunjukkan dimana pasarnya. Tapi kami juga akan memberikan cara agar jualan properti anda laris, Bi idznillah. Ini menjadi sangat penting karena Abdurrahman bin Auf sudah memiliki keahlian dalam berdagang, sebelum terjun ke pasar. Berikut ini syarat dan keahlian yang harus senantiasa anda asah agar bisa sukses.

Syarat Menjadi Marketing Properti yang Handal

1. Niat yang Kuat

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits di atas sudah sangat populer, tapi mungkin kita kurang memahami artinya. Karena niat ini yang akan menentukan apakah amalan kita bernilai ibadah, atau hanya sekedar urusan dunia. Mencari nafkah adalah termasuk jihad fi sabilillah. Oleh karena itu niatnya harus betul dan kuat. Jangan hanya diniatkan ingin cepat closing. Sampai gugling dengan keyword “cara closing penjualan properti”.

Sebagai marketing property syariah, harus kita niatkan menjalankan tanggung jawab. Di sisi yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah niat untuk membantu. Diniatkan membantu agar orang terhindar dari dosa riba. Memiliki hunian dengan konsep Islami. Memberikan informasi yang benar dan sesuai terkait dengan produk yang ditawarkan. Seperti yang sudah sering kita baca. “Jualan itu Ibadah, kasih infonya itu sedekah, nggak beli nggak masalah, mau beli Alhamdulillah, bisa cocok artinya berkah”.

2. Fokus

“Banyak yang gagal menjadi petani, karena sudah menyerah pada saat belum panen”. Begitu pula menjadi marketing properti. Kita harus benar-benar memahami kapan saatnya menuai hasil. Dari semua orang terkaya di dunia, pasti fokus pada satu hal. Setelah kita memantapkan niat dan membaca Basmalah, fokus adalah hal yang perlu diupayakan dengan sungguh-sungguh.

Saya pribadi adalah seorang digital marketing yang memiliki banyak produk. Namun ketika saya memantapkan diri untuk terjun ke dunia properti. Maka segala daya, upaya, dan pikiran tercurah secara masif di bidang ini. Mulai dari membranding website manajemen properti, membuat web pendukung Banyu Mili untuk pemasaran properti syariah. Hingga secara berkelanjutan memperbaiki dan meningkatkan sistem untuk member Banyu Mili Property.

Cita-cita besar kami sebagai agensi properti syariah justru membantu marketing untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Kesuksesan tidak datang dalam satu malam. Namun kita bisa meniru langkah taktis dan strategis yang telah dilakukan oleh orang yang sukses. Untuk itu perlu terus mengasah diri, melakukan eksperimen sehingga menemukan formula yang sesuai dengan pribadi kita. Begitupun dengan sistem kami, terus diupdate untuk bisa menghasilkan sistem yang bisa match dengan kebutuhan marketing dan pembeli.

3. Membuka Diri

Setiap saran atau kritikan itu penting untuk evaluasi. Bukan hanya dari mentor kita saja, lebih penting lagi adalah menggali informasi dari calon pembeli. Di sini nanti teknik funneling sangat kita butuhkan. Dengarkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan seksama. Karena menjual rumah bukan hanya soal harga, tapi juga kenyamanan.

Jika anda orang yang cenderung introvert, jangan khawatir. Keberadaan internet sangat mendukung existensi orang yang introvert. Membaca adalah salah satu cara untuk membuka diri dan wawasan. Kita bisa membaca kisah sukses marketing properti di dunia maya. Begitupun dengan info seputar marketing properti lainnya. Sistem Banyu Mili Property pun tercipta introvert friendly.

Semua product knowledge sudah tersedia di web replika setiap member. Hanya tinggal share, kalau mau boleh ditambahkan sedikit intro, agar lebih menarik. Pun demikian dengan pola pembelajaran online yang saat ini sedang dikembangkan. Menjadikan Banyu Mili Property pilihan tepat bagi digital marketer.

4. Mengetahui Letak Pasar

Saat ini dimanapun banyak orang berkumpul di situ pasarnya. Mulai dari marketplace properti seperti OLX, rumah 123, rumahdijual, dan lain sebagainya. Media sosial pun bisa dimanfaatkan sebagai pasar. Forum Jual Beli juga banyak yang mendukung untuk kategori properti. Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa internet adalah pasar yang besar. Kita hanya perlu memahami cara memfilter, funneling untuk mendapatkan target yang tepat.

Strategi Marketing Property

Sebar Brosur

Menyebar brosur sepulang sholat Jum’at mungkin masih bisa berhasil. Tapi masih ada tambahan yang sangat jarang kita lihat. Contoh, saat ini sudah banyak masjid yang memberikan makan siang gratis pada jama’ah sholat Jum’at. Bila kita niat sedekah, alangkah baiknya juga kita sisipkan brosur pada kotak atau bungkus nasi. Pilih brosur properti yang menjadi andalan kita.

Tambahkan QR Code ke halaman web replika. Sehingga orang akan lebih mudah mengakses produk knowledgenya. Bagi anda yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya bisa request ke admin untuk diprintkan. Selanjutnya silahkan ambil brosur yang sudah ber-QR code di markas.

Anda bisa bekerja sama dengan takmir masjid. Ajak gabung di Banyu Mili sebagai referral anda. Tempelkan brosur dengan QR code di mading masjid. Setiap jama’ah bisa lebih leluasa untuk mendapatkan info properti. Apabila anda adalah mahasiswa, bisa juga menempelkan brosur di mading kampus.

SMS berbasis target lokasi

Layanan iklan via SMS ini cukup terjangkau. Hanya dengan modal Rp. 350,- s/d Rp. 430- per sms kita bisa menargetkan lokasi tertentu. Semisal kita akan mempromosikan apartemen Surabaya, dengan target kawasan elit. Dengan budget Rp 250.000,- kita bisa mendapat prospek sekitar 600 orang. Jauh lebih kecil dari komisi yang akan kita dapat.

Membuat Website atau Landing Page

Intinya di sini kita menampilkan produk knowledge secara online. Yang bisa diakses oleh calon pembeli 24 jam. Kita bisa menggunakan blog gratis, seperti blogspot atau pun WordPress.com. Namun itu tidak akan berguna jika tidak ada yang mengunjungi. Untuk lebih lanjutnysa bisa dibaca di Cara Memasarkan Bisnis Melalui Website.

(Bersambung…)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *